Tampilkan postingan dengan label Living Values. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Living Values. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 April 2011

Precious Moment With Bunda Revy

PRECIOUS MOMENT WITH BUNDA REVY

Setelah membaca buku Notes From Qatar karangan Muhammad Assad, anak muda usia 23 tahun itu.. hmm langsung yang terpikir olehku, I was wondering, gimana cara ibunya Assad bisa menjadikan seorang  Assad, pemuda yang bisa dibilang dalam kesehariannya mencermikan sikap yang Qur’ani gitu ya..? Masih muda, Assad sudah menancap dalam hatinya beberapa keyakinan-keyakinan Ilahiyah dan keteladanan Rasulullah. Selintas berpikir, senangnya ya kalau bisa dapat kesempatan bisa dapat “ilmu” dari  Bunda Revi, ibunda Assad.

Ternyata Allah memang Maha Tahu apa yang aku butuhkan. Tenyata kebagian juga waktu sharing dengan Bunda Revy itu. Doaku dijawabNya… Alhamdulillah.  Ijinkan aku untuk sharing dari paparan yang disampaikan Bunda Revy dalam mendidik ke-2 jagoannya, Arief dan Assad.

Dari apa yang dipaparkan Bunda Revy saat itu, mungkin aku bisa menyimpulkan bahwa beliau memang memiliki modal suatu keyakinan yang diyakini sekali oleh beliau. Dengan keyakinan tersebut maka melahirkan sikap-sikap Bunda Revy yang dalam menjalankan kesehariannya mendidik 2 buah hatinya sedemikian rupa, maka sosok Arief dan Assad inilah sebagai hasil “didikan” Bunda Revy yang merupakan buah dari akar “keyakinan-keyakinan” yang dimilikinya… Subhanallah…

Semoga apa yang disampaikan Bunda Revy bisa menjadi teladan dan contoh baik bagi kita para ibu dalam mendidik anak-anak kita yang merupakan “Titipan Allah” tersebut. Ada beberapa keyakinan yang bisa kita ambil sebagai kesimpulan dari paparan sharing Bunda Revy yang bisa juga kita jadi modal “akar” untuk dapat kita tanam supaya kita pun bisa mendapatkan “pohon” yang baik dan memetik “buah” yang ranum dan berkwalitas baik bagi anak-anak kita.

1.           Mengenalkan Allah Sejak Dini Pada Anak
Bunda Revy memang telah mengenalkan Allah sejak dini kepada 2 jagoannya. Tak perlu kata menunggu untuk memperkenalkan Allah, agar mereka mulai mencintai Allah dari sejak kecil. Hal itu menjadi prioritas beliau dlm mendidik anak-anaknya. Dengan mengenal Allah, maka anak-anaknya bisa mulai menyayangi Allah. Tak kenal maka tak sayang kan? Jadi Bunda Revy berusaha selalu agar anak-anaknya kenal & sayang Allah.

Bunda Revy yang memang sejak dini MENGENALKAN Allah pada ke 2 anaknya, sehingga jangan heran kalo anak-anaknya bisa lebih dini pula MENYAYANGI Allah. Assad bersama kakaknya sejak kecil (sebelum mereka baligh) dibiasakan wajib shalat 5 waktu. Bila malam mereka baru sampai rumah, dan belum shalat Isya’, maka Bunda Revy dengan penuh kasih sayang akan membangunkan, membimbing mereka untuk berwudhu (malah bisa juga diwudhukan), ditemani saat mereka shalat sampai mereka selesai ibadahnya. Dapat kita lihat, ketentuan bahwa “shalat adalah tiangnya agama” tersebut telah diberlakukan Bunda Revy sejak anak-anaknya kecil. Jadi ada bonding yang kuat dalam diri anak-anaknya untuk mengenal Allah sejak usia dini. Cinta dan sayang pada Allah harus menjadi suatu keyakinan mendalam. Karena kebiasaan ibadah shalat wajib 5 waktu bila dimulai sejak dini, akan menjadi suatu "PROSES" yg membentuk rasa kebutuhan anak untuk selalu terhubung dengan Allah. Mulailah melatih kebiasaan &  berikan stimulasi hal-hal baik kepada anak-anak kita dengan memberikan contoh & selalu mengajaknya. Shalat adalah Tiang Agama!

“...Sebab cinta kepada Allah hanya dimiliki oleh mereka yang beriman. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah…” (Al Baqarah (2) : 165).

2.           Dahsyatnya Kekuatan Keyakinan
Bunda Revy jelas-jelas memang memiliki suatu keyakinan yang kuat dalam hidupnya. KEYAKINAN AKAN MENENTUKAN SIKAP. Keyakinan-keyakinan Bunda Revy terhadap beberapa hal dalam hidup ini menjadi dasar hidup beliau dan jelas diaplikasikan dalam sikap kesehariannya. Keyakinan tersebut merupakan “Keyakinan Ilahiyah” yang selaras dengan ketentuan Al Qur’an dan As Sunah Rasulullah. Misalnya, keyakinan akan pentingnya kejujuran, keyakinan akan selalu bersangka baik pada Allah, keyakinan akan kekuatan doa dan lain-lainnya merupakan suatu keyakinan yang patut kita contoh. Suatu keyakinan yang menancap dalam qalbu kita dengan kuat sebagai “suatu keyakinan Ilahiyah”, maka akan diaplikasikan dalam sikap-sikap yang selaras dengan Al Qur’an. Suatu contoh bahwa ketentuan Al Qur’an dijadikan pedoman hidup bagi beliau. Subhanallah…. Bagaimana kuatnya suatu keyakinan mampu menguatkan punggung sepanjang perjuangan, melahirkan suatu kekuatan dan keberanian bertindak tanpa ragu mengatasi permasalahan dan ujian hidup.

Mengutip apa yang disampaikan Pak Permadi Alibasyah tentang “keyakinan Ilahiyah” dengan referensi Ar Ra’d (13) : 31, yaitu “Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentulah Al Quran itulah dia). Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.

Lihat juga Al Jatsiyah (45) : 20 yang menyatakan bahwa “Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.

3.           Allah Sesuai Prasangka HambaNya
Keyakinan bahwa Allah sesuai persangkaan hambaNya juga dipegang teguh oleh Bunda Revy. Ini bisa jadi menjadi salah satu modal kuat seorang ibu dalam mendidik anak-anaknya dan membina rumah tangga serta keluarga. Dengan yakin bahwa bila kita bersangka baik kepada Allah, maka Allah pun akan menjadikan apa yang kita sangkakan (baca : pikirkan). Selalulah berpikir yang baik dan positif, kemudian yakinlah bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi tiap-tiap umatNya. Yakinlah bahwa Allah adalah MAHA MENGETAHUI apa yang terbaik bagi kita. Sadari bahwa kita tidak mengetahui apa yang kita butuhkan dengan tepat, manusia hanya bisa tau apa yang kita mau atau inginkan.

“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui(Al Baqarah (2) : 216).

Aku (Allah) sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dan aku bersamanya bilamana dia berdo’a kepada-Ku.” (HR. Ahmad dan Anas).

4.           Doa Adalah Senjata Ampuh Orang Mukmin
Keyakinan Bunda Revy akan kekuatan doa kita sebagai orang mukmin menjadi “senjata” ampuh dalam menjalani kehidupan beliau diterapkannya. Dalam Surat Al Mukmin : 60
“Berdoalah padaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu
. Doa bukan sekedar sarana memohon pertolongan, ketika mengalami musibah atau kesulitan. Doa juga merupakan sarana meminta kepada Allah untuk meningkatkan kualitas diri, sehingga dapat melakukan kegiatannya dengan baik dan benar. Doa di sini berfungsi sebagai tempat memohon rahmat dan karunia agar perjalanan hidupnya senantiasa dalam lindungan Allah dan Allah selalu bersamanya. Anak-anaknya dibiasakan selalu berdoa memohon permintaan langsung pada Allah. Bunda Revy pun selalu mencontohkan bagaimana beliau berdoa kepada Allah semata untuk kebaikan anak-anaknya, sehingga anak-anak bisa langsung melihat adanya “kekuatan doa sang bunda” bagi kebaikan anak-anak itu sendiri.

Dalam Al Baqarah (2) : 152, Maka ingatlah kamu kepadaKu niscaya Aku akan ingat pula padamu dan bersyukurlah kepadaKu, janganlah kamu mengingkari nikmatKu.

5.           Allah Tidak Akan Ingkar Janji
Ketika Allah perintahkan untuk mengerjakan shalat, puasa, zakat, haji, berkata jujur, menjalankan amanah, bersilaturahim dan kebaikan-kebaikan lainnya, mereka melaksanakannya dengan semangat yang tinggi dan penuh rasa ikhlas. Mereka berharap akan balasan-balasan pahala yang Allah janjikan. Mereka sangat yakin dengan janji-janji Allah. Allah sekali-kali tidaklah ingkar janji. Janji-Nya pasti akan ditepati-Nya. Bahkan ketika Allah perintahkan untuk pergi berjihad, mengorbankan nyawa dan harta di jalan-Nya, mereka sambut seruan itu dengan semangat yang berkobar-kobar, mereka telah sangat yakin dengan setiap apa yang Allah sampaikan dalam ayat-ayat-Nya. Begitu juga ketika Allah melarang bersikap sombong, munafik, ingkar janji, bakhil, melakukan perbuatan zina, mencuri, memfitnah dan segala bentuk keburukan lainnya, mereka juga akan meninggalkan semua larangan itu dengan hati yang ikhlas dan dada yang lapang. Mereka tidak mengeluh sedikitpun. Tidak berburuk sangka pada Allah. Karena mereka telah sangat yakin pada Allah, bahwa bila hal itu mereka tinggalkan, Allah akan jauhkan mereka dari siksa-Nya.

Bunda Revy sangat yakin akan prinsip bahwa Allah tidak pernah akan ingkar janjiNya. Apa yang dinyatakanNya dalam ayat-ayat Al Qur’an adalah suatu janji yang nyata dan benar. Sungguh karena isinya Al Qur’an adalah suatu KEBENARAN yang hakiki adanya. “Kitab Al Qur’an ini tidak ada keraguan padanya; dan merupakan petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (Al Baqarah (2) : 2)

6.           Ihsan (Berbuat Baik Karena Senantiasa Merasa Diawasi Allah)
Sejak dini pula, Bunda Revy mengajarkan anak-anaknya agar jujur dan selalu berbuat baik. Mereka diajarkan untuk selalu berbuat baik bagi sesama. Seperti kebiasaan Assad akan ibadah sedekah yang langsung Assad berikan kepada pihak yang membutuhkannya. Sehingga anak-anaknya dapat melakukan tindakan bersedekah langsung kepada orang-orang yang membutuhkan uluran tangannya. Saat pembagian zakat, Assad dilatih untuk menyerahkan sendiri beras kepada kaum dhuafa, Assad yang harus membawa berasnya sendiri. Dan ini masih berlangsung sampai sekarang, Assad sering mengajak Bunda Revy mencari dhuafa dan bersedekah langsung pada mereka.

Mereka dibiasakan untuk memilki rasa empati pada lingkungan sekitar mereka. Keyakinan yang diajarkan bahwa bila mereka berbuat baik pada orang lain, maka dampaknya yang baik akan berbalik pada mereka sendiri. Berbuat baik adalah keharusan, karena sungguh Allah MAHA MENGETAHUI atas segala yang dilakukan oleh manusia.

Mengajarkan kesadaran anak-anaknya akan "keberadaan Sang Pencipta" di mana-mana, sehingga anak-anaknya pun jadi tahu & sadar bahwa Allah  "mengawasi" segala tindakan kita, apakah itu baik maupun buruk. Allah Maha Tahu atas segala hal yg terjadi pada umatNya. Maka sejak kecil anak-anak diajar untuk "mengenali" Allah dengan kenal akan berbagai macam nikmat kasih sayangNya & segala perintahNya agar kita taat tunduk pada Allah... 

Ihsan adalah puncak ibadah dan akhlak yang senantiasa menjadi target seluruh hamba Allah SWT. Sebab, ihsan menjadikan kita sosok yang mendapatkan kemuliaan dari-Nya. Sebaliknya, seorang hamba yang tidak mampu mencapai target ini akan kehilangan kesempatan yang sangat mahal untuk menduduki posisi terhormat di mata Allah SWT.
Dan berbuat baiklah kalian, karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Baqarah (2) : 195)
Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk berbuat adil dan kebaikan….” (An-Nahl (16) : 90)
Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri…” (Al-Isra’ (17) : 7)

Dan berbuat baiklah (kepada oraang lain) seperti halnya Allah berbuat baik terhadapmu….” (Al-Qashash (28) : 77)

7.           Kejujuran
Dalam mendidik anak-anaknya, Bunda Revy juga melakukan prinsip “saya nggak pernah bohong sama anak- anak saya, dalam kondisi apapun saya selalu berkata jujur pada kedua anak saya sepahit dan sesulit apapun untuk mengatakannya, dan itu yang selalu saya tanamkan pada mereka. Never tell lies”. Baliau pernah mengalami suatu kejadian, di mana pada akhirnya beliau berjanji pada Allah.... Bahwa mulai detik ini (ketika beliau mengandung anak pertamanya), beliau tidak akan berkata dusta/bohong lagi kepada siapapun seumur hidup Bunda Revy. Sungguh keyakinan mendasar dan selaras dengan ketentuan Al Qur’an.

"Kejujuran" adalah modal utama. Sabda Rasul tentang "jangan berdusta" yaitu, "Katakan kebenaran meskipun pahit". Inilah yang selalu ditekankan oleh beliau. Bahkan dalam salah satu tulisan Assad dalam blognya, Assad mengatakan sangat bangga pada mamanya, seumur hidupnya, Assad tidak pernah menemukan mamanya berdusta. Subhanallah yah... Itu "validasi dan testimoni" seorang anak tentang prinsip & sikap ibunya. Sangat membanggakan... Sikap Bunda Revy tersebut merupakan contoh baik bagi kita yg jalani peran sebagai seorang IBU.

Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur” (At Taubah (9) : 119).

8.       Setiap Diri Adalah Pemimpin dan Harus Mempertanggungjawabkan Segala Sesuatunya Kepada Allah
Bunda Revy juga memiliki keyakinan bahwa sebagai manusia, masing-masing diri adalah pemimpin, pemimpin bagi dirinya sendiri yang harus mempertanggung jawabkan segala tindakan perbuatan dan amalan selama hidup di dunia ini, pada saat waktunya penghisaban di alam akherat nanti. Tidak akan ada yang terlewat dari proses hisab di hadapan Allah, sehingga Bunda Revy yakin bahwa sebagai istri dan ibu, maka beliau harus berbuat yang baik dan benar. Sebagai seorang ibu, beliau menyadari bahwa dia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri dan bagi anak-anaknya, yang kelak nantinya harus dipertanggung jawabkan di hadapan Allah semuanya.

Hal ini membuat Bunda Revy dalam menjalakan peran sebagai ibu bagi ke 2 putranya dilakukan penuh tanggung jawab dan sepenuhnya didasarkan pada ketentuanNya, karena beliau ingin menjalankan peran sebagai ibu yang mendapatkan “TITIPAN” dari Allah tesebut sebaik dan sebenar mungkin. Aaaamiiin. Beliau juga berkata beliau mendidik anak-anaknya untuk menjadi seorang pemimpin, bukan hanya pemimpin dirinya sendiri karena anak-anaknya yang keduanya lali-laki kelak akan memiliki istri, maka anak-anaknya harus bisa menjadi pemimpin bagi istri dan anak-anaknya juga pemimpin umat. Beliau sudah mempersiapkan Arief & Assad demi masa depan mereka sebagai seorang IMAM baik bagi dirinya sendiri, maupun bagi istri, anak(-anak) & keluarga mereka nanti. Pemikiran yg sangat "maju" & berorientasi masa depan! Excellent...

… Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintakan pertanggung jawabannya”  (Al Isra (17) : 36).

Berikut dalam suatu hadist, “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya…”.(HR. Bukhari Muslim)


9.           Anak Adalah Titipan Allah
Sejak menikah, Bunda Revy sudah menyadari betul dengan adanya keyakinan “Anak adalah  Amanah Titipan Allah”, sehingga beliau sudah tahu apa yang akan dilakukannya terhadap anak-anak beliau nantinya. Anak dianalogikan sebagai “titipan Allah” kepada masing-masing orang tuanya. Anak adalah AMANAH yang dititipkan Allah. Yang namanya AMANAH, maka harus benar-benar dijaga, dirawat dan disayangi sebaik mungkin, karena bila saatnya tiba, Allah akan meminta pertanggung jawaban kita sebagai orang tua yang diberikan AMANAH tersebut. Bedakan bila kita memakai prinsip “Anak adalah HAK MILIK orang tuanya”, maka kecenderungan kita manusia, bila memiliki sesuatu malah terlalu posesif, yang parah bila sampai menganggap anak sebagai hak milik yang BEBAS bisa diperlakukan semaunya kita sebagai orang tua. Itu yang bahaya.

Amanah tersebut seharusnya kita tunaikan sesuai dengan apa yang dikehendakiNYA. Anak yang diamanahkan tersebut, telah diberikan kepada kita dan kita telah diperintahkan untuk menghindarkan diri kita sendiri, keluarga dan termasuk anak kita dari api neraka jahanam.

Wahai orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan, padanya ada malaikat yang kasar, mereka tidaklah mendurhakai Alla terhadap apa yang diperintahkan kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka”. (At Tahrim (66) : 6)

Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu adalah hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah pahal yang besar” (Al Anfaal (8) : 28).

10.        Dalam Keadaan Tawakal Terus Menerus
Bunda Revy juga memiliki keyakinan bahwa penting menjadi umat yang terus menerus tawakal kepada Sang Khaliq. Dalam setiap proses ikhtiar pada Allah, beliau berusaha maksimal, namun tak lupa beliau serahkan segala hasilnya kepada Allah. Sungguh hanya Allah lah yang punya otoritas MENENTUKAN semua hasil dari proses ikhtiar yang kita lakukan dalam menjalani keseharian dalam hidup di dunia ini. Kita bukan pencipta, kita adalah mahluk ciptaanNya, maka apapun yang menjadi hasil usaha kita hanya merupakan wewenang Sang Khaliq. Kita hanya bisa bergantung padaNya dan yakinlah Alah Maha Tahu atas apa yang kita semua butuhkan, maka Dia akan cukupkan semuanya bagi manusia itu. Tak ada yang bisa kita lakukan di ujung proses ikhtiar, kecuali ber TAWAKAL padaNya… semoga hasil yang TERBAIK dariNya dan pasti sesuai dengan kebutuhan masing-masing umatNya… aaamiiin…

Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya” (Ath Thalaaq (65) : 3).

11.        Selalu Terhubung (Connect) Terus Pada Allah
Segala tindakan pebuatan yang Bunda Revy lakukan adalah sebagai suatu “keterhubungan yang konsisten” antara Bunda Revy sebagai mahluk dengan Allah Sang Pencipta. Beliau dalam kesehariannya tak lepas selalu beribadah dan berdoa pada Allah untuk selalu mohon petunjuk dan bimbinganNya. Maka dapat kita lihat, bila kita memiliki suatu ”hubungan dan komunikasi” yang baik dan dekat dengan Allah, jangan merasa suatu yang mustahil bila keterhubungan yang konsisten itu bisa saja terjadi. Itu yang harus kita lakukan kepada Allah Sang Khaliq. Allah dekat dengan kita, bila kita pun selalu berikhtiar selalu dekat (dan TERHUBUNG (Connect)) denganNYA.

Agar selalu bisa terhubung padaNya maka kita harus selalu berpegang teguh pada ketentuan-ketentuanNya yang tredapat dalam Al Qur’an dan juga suri teladan Rasulullah. Tidak ada keraguan untuk berpegang teguh pada keduanya.

Barang siapa yang berpegang teguh kepada Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan lurus” (Ali Imran (3) : 101)

Dan orang-orang yang berpegang teguh pada Kitab, dan melakukan shalat - sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan” (Al A’raaf (7):170)

12.        Apa Yang Kita Tanam, Maka Itulah Yang Kita Tuai
Bunda Revy saat ini mungkin boleh dikatakan sedang “menuai’ dari apa-apa saja yang beliau lakukan (tanamkan) sejak dahulu. Baru sekaranglah beliau “memetik” buah kebahagiaan sebagai hasilnya mendidik ke 2 orang jagoan beliau. Beliau memetik buah yang ranum dan matang sebagai hasil jerih payah beliau menanam “bibit unggul” yang baik dan dirawat serta dipelihara dan diberikan kasih sayang, sehingga anak-anaknya menjadi anak-anak yang shaleh, cerdas akal maupun qalbunya. Salut buat Bunda Revy. Apa yang kita tanamm ,maka itula yang kita tuai. Kita menanam bibit unggulan dengan pemeliharaan yang baik, maka saat panen tiba, kita berhak menuai buha yang ranum dan matang. Allohu Akbar. Yakinlah sebenarnya saya kita berbuat baik, maka kebaikan itulah yang akan berbalik pada diri kita sendiri.

Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan” (Al Jaatsiyah (45) : 15).


Demikianlah tulisan ini semoga manfaat barakallah. Bila ada kekurangan, mohon dimaafkan, karena sungguh kesempurnaan hanyalah milik Allah semata. Terima kasih buat The Revy atas sharingnya yaaa… Sungguh indah sekali. Nikmat apa lagi yang bisa kudustai? Allah berikan kesempatan untuk bisa bertemu dang mengenal Teh Revy sebagai teladan yang baik untuk aku dan kita semua… Jazakumullah….

Bandung, 10 April 2011
Regina

(Sumber : Materi Sharing Bunda Revy, Ibunya Assad pada Majelis Tafakuran Mutiara Tauhid di Bandung pada awal Maret 2011, Resume Tami dan Eghie, materi Kajian Pemahaman Tafsir Al Qur’an narasumber Bapak Arief Mulyadi dan Kang Ipay)

Kamis, 31 Maret 2011

Butir-butir Persahabatan

 Just sharing, tulisan ini sebenarnya merupakan tulisan dari Tanteku, Tante Nana yang merespon tulisan aku sebelum ini tentang "Sahabat Ruhaniah dan Sejiwa".... Terima kasih Tante untuk catatannya yang sangat inspiratif... dan sedikit tambahan dari aku pada bagian akhir tulisan ini... Happy reading....


"BUTIR-BUTIR PERSAHABATAN" by Nana M. Zubir

Tulisan ini terilhami dari tulisan seorang anak sahabatku yang sudah kuanggap sebagai anakku .... REGINA , seorang ibu yang tiada hentinya BERBAGI pemikiran diantara SAHABAT-SAHABATnya

Memiliki seorang sahabat adalah suatu kebutuhan dasar dari seorang manusia dalam menjalani kehidupannya. Dalam keadaan apapun, siapapun dia dan kapan saja perlu orang lain untuk dijadikan sahabat. Filosof Aristoteles mengemukakan “Persahabatan adalah suatu kebajikan dan sangat penting dalam kehidupan manusia, sebab tak seorang pun dapat hidup tanpa sahabat, bahkan sekiranya ia sudah mempunyai kepenuhan harta milik. Kita membutuhkan sahabat dalam menyempurnakan kehidupan kita sebagai manusia karena manusia tidak dapat hidup memanusiawi tanpa sahabat. Persahabatanlah yang mencetuskan kesetiakawanan, kebersamaan, kekerabatan, ketetanggaan, kekeluargaan, keserumpunan, dan sejenisnya. Persahabatan tidak akan bermakna apa-apa bila tidak diterjemahkan dalam sikap dan perilaku bersahabat, adil, sejajar, akrab dan sifat positif lainnya.

Sahabat adalah seorang yang mau berbagi dalam suasana apa pun; senang maupun sedih, mau menerima dan mengerti keberadaan dirinya maupun orang lain. Ketika kita dihadapkan pada sebuah masalah, terkadang pikiran rasional kita tidak berjalan sebagai mana biasanya. Dengan adanya sahabat, kita bisa terbantu untuk menyelesaikan masalah tersebut. Untuk menjaga agar hubungan setia kawan kita terus berjalan dengan baik, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Salah satunya, keterampilan kita menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan karakter teman, yaitu dengan mengetahui apa kesukaan dan yang tidak disukai dari sahabat kita. Menjadikan sahabat hanya tempat menampung kesusahan maka persahabatan tersebut tidak akan langgeng. Namun menjadikan sahabat itu sebagai sharing partner disegala hal, baik itu disaat kita sedang senang maupun di saat kita sedang mengalami masalah. Ini merupakan KUNCI keberhasilan dalam menjalin persahabatan sejati. Rasa solidaritas, dan saling mengingatkan bisa jadi jurus ampuh mempertahankan persahabatan tersebut.

Butir-butir PERSAHABATAN, antara lain:
1. Adanya keterbukaan dan dapat menerima perbedaan;
2. Adanya penghargaan yang timbal balik lewat pemahaman yang juga timbal balik;
3. Tumbuhnya rasa saling menyayangi dan perhatian;
4. Menghargai individualitas;
5. Kemampuan untuk menghadapi situasi-situasi sulit dalam persahabatan tersebut;
6. Melepaskan .... menjadi santai ...membuat orang lain merasa santai dan terus
melangkah maju.

“Friendships is a virtue, or involves virtue, and besides is most necessary for our life. For no one would choose to live without friends even if he had all the other goods” (Aristotle)

SEMOGA TULISAN INI MANFAAT !!!

Salamku buat sahabat-sahabatku tercinta
____________________________________
Dear Tante Nana....aduh makasih banget buat tulisan ini yg terinspirasi atas tulisanku pagi ini...Subhanallah, Allah memang MAHA TAHU, tidak ada suatu yang kebetulan, Allah Maha Perencana yang SUPER TOP, alhamdulillah Kau berikan lagi ilmu-ilmu yang bermanfaat....Ya Allah makasih syukur alhamdulillah hari ini,aku banyak sekali dapat materi "santapan ruhani" semoga manfaat untuk ibadah dan amal shalehku, mencapai Dunia Bahagia Akhirat Surga....aaaaamiiin!!!

Btw, Tante Nana ini adalah sahabat ibuku, seorang psikolog yang sudah menyelesaikan S2nya, semoga tulisan ini bisa juga bermanfaat buat teman-teman semua yah...

SAHABAT RUHANIAH dan SEJIWA

“SAHABAT RUHANIAH dan SEJIWA”

Dalam beberapa hari terakhir ini memang ada beberapa kejadian yang membuka hatiku tentang arti dan makna “Persahabatan” yang sesungguhnya. Dari berbagai macam sumber bacaan dan materi yang kuperoleh, kucoba tulis di sini untuk sharing. Syukur Alhamdulillah Allah telah berikan salah satu nikmatNya dengan memberikan lingkungan dan pesahabatan yang kumiliki saat ini. Suatu persahabatan yang meminjam istilah sahabatku, Inge yang menyebutnya sebagai suatu “Persahabatan Ruhaniah” yang semoga dapat menjadikan kita dalam suatu ikatan persahabatan dan persaudaraan sejiwa. Memang agak sulit mendiskripsikan atau mendefinisikan arti tersebut dalam suatu barisan kata-kata atau kalimat-kalimat tertentu.

Mungkin makna persahabatan sejiwa atau ruhaniah yang paling mendekati adalah persahabatan yang dapat saling mengisi dan mengingatkan dalam pencapaian peningkatan kualitas diri kita atas aspek kehidupan duniawi plus peningkatan kegiatan ibadah kepada sang Illahi. Sehingga dalam persahabatan tersebut bukan hanya meliputi sahabat dalam kebutuhan akan duniawi saja, namun plus juga pemenuhan kebutuhan akan ibadah kepada Sang Khalik.
Sehingga sahabat itu akan selalu mendukung kita dalam setiap kegiatan kita dalam keseharian kita di dunia ini, namun juga mengingatkan kita untuk selalu dapat menjalankan ibadah dan selalu mencintai Allah SWT. Sahabat Ruhaniah adalah sahabat RUH yang akan dipertemukan kembali dalam alam akhirat, di saat masing-masing RUH kita sudah dilepaskan dari jasadnya, meninggalkan dunia fana, menuju ke hadapan sang Illahi, menuju keabadian SURGA, Subhanallah....

Persahabatan yang bukan hanya melulu memprioritaskan kita dalam mengejar hal-hal ke-duniawi-an semata, karena bila kita hanya mengejar bahagia duniawi, maka Allah pun tidak akan memberikan kebahagiaan di akhirat. Hal ini jelas dinyatakan dalam Surat Al Baqarah ayat 200. Ya Allah jangan sampai aku termasuk golongan orang-orang yang merugi, karena jauh dari Mu…

Ya Allah, pilihkan dan berikan suatu persahabatan ruhaniah untuk aku, karena Engkau Yang Maha Tahu, maka kuserahkan padaMu, aku tahu Engkau akan berikan aku sebaik-baiknya lingkungan dan persahabatan yang baik dan barokah. Persahabatan ruhaniah yang selalu membawa kebaikan di dunia dan juga di akhirat, serta yang menjauhkan aku dari siksa api neraka. Aku akan selalu berdoa untuk itu, karena Engkau sudah ingatkan padaku dalam Surat Al Baqarah ayat 201 bahwa mohonkan kebaikan tidak hanya dalam hal yang menyangkut duniawi saja, namun juga plus lengkap kebaikan di akhirat. Subhanallah… Dalam Surat An-Nisa ayat 69 : "Dan barang siapa yang menaati Allah dan RasulNya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, para shidiqin, para syuhada, dan orang-orang shaleh. Dan mereka itu sebaik-baiknya teman."

Sahabat yang dapat menerima kita tanpa syarat. Kita nggak harus jaga image, pakai topeng, bermain peran atau karakter tertentu di saat bersamanya. Kita merasa nyaman manjadi apapun dan siapapun bersamanya. Seperti rasa kalau kita “Pulang” ke rumah kita…Home Sweet Home! Pulang dalam artian kembali dalam suatu ruangan yang sangat luas dan aman nyaman, kita dapat berbahagia di situ, tidak harus berpura-pura, dapat jujur, setara dan tidak ada penghakiman serta tidak ada kemelekatan.

Memang itu semua tidak dapat secara instant dan pastinya melalui suatu proses pengenalan dan diuji oleh waktu. Suatu jenis hubungan dengan keikhlasan tanpa batas dan kesalingan merasakan yang kuat untuk membangun suatu toleransi dan empati yang lebih tulus. Tidak ada sekat-sekat dalam suatu persahabatan. Sekat yang dibatasi oleh jenis kelamin, gender, agama, kelas sosial, etnis, usia atau apapun itu namanya.

Suatu persahabatan pun dapat terjadi karena adanya banyak persamaan di antara kita, namun bisa banget yang berbeda dengan kita, dalam hal karakter, sifat, kepentingan, kemauan, hobby, namun yakinlah bahwa pribadi sahabat kita itu akan menjadi pelengkap dan pengisi kekosongan yang kita miliki. Persahabatan yang saling menguntungkan sehingga tidak ada yang merasa dirugikan, karena sudah ada rasa saling ikhlas, menghilangkan konteks “take & give” yang berkonotasi adanya hak penuntutan di salah satu pihak, setelah tunainya kewajiban yang dilakukan.

Persahabatan ruhaniah ini yang dapat membuat kita senyaman-nyaman nya kita dengan pribadi, sifat dan karakter yang kita miliki. Kita tidak harus selalu mengenakan “topeng” di saat bersamanya. Sahabat yang dapat menerima dan mahfum dengan “1 paket komplit” kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Bicara mengenai kelebihan, pasti akan lebih banyak yang menerima dan merespon kelebihan yang kita miliki, namun kalau tentang kekurangan, nggak banyak orang yang bisa menerima kita dengan kekurangan yang ada. Hendaknya kita pun sadar dan selalu usaha optimal mengurangi kekurangan pada diri kita, harus improve! Usaha melakukan peningkatan dan perbaikan diri setiap waktu ditambah juga jangan segan lakukan “Muhasabah”.

Di saat kita sudah bisa bersikap “Bersabar dengan segala kekurangan dan bersyukur dengan segala kelebihan”, semoga kita pun bisa menjadi sahabat ruhaniah yang baik bagi para sahabat-sahabat kita. Betapa beruntungnya kita di saat kita sudah dalam kondisi tersebut. Sudah seharusnya, kita ucapkan syukur Alhamdulillah pada Allah untuk semua nikmatNya…Semoga bisa mencapai apa yang disebut "Dunia Bahagia AKhirat Surga". Aaaaaamiiiiin....

Regina
Bandung, 11 Februari 2009

Do Your Best

Just sharing, menarik untuk diterapkan pada anak-anak kita....

"DO YOUR BEST"

Dua weekend yang lalu, mendapat dua inspirasi dari Allah SWT. Salah satunya adalah ketika membaca perjalanan hidup seorang dokter ahli bedah plastik microsurgery yang menjadi langganan kaum super haves Indonesia.

Dokter ini mempelajari microsurgery langsung dari suhunya, seorang profesor berkebangsaan Jepang. Satu hal yang dokter tersebut pelajari dari kebudayaan Jepang adalah:
seseorang yang akan menempuh suatu ujian atau test di Jepang akan diberi ucapan DO YOUR BEST dan bukanlah ucapan GOOD LUCK seperti halnya di barat.

Budaya yang bagus, menyandarkan diri pada "usaha yang terbaik" dan bukan "keberuntungan".

Bila melihat sejarah Jepang, budaya ini terbentuk dari kesadaran pemimpin-pemimpin bangsa Jepang akan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan oleh rakyatnya. Bahkan dua abad sebelum restorasi Meiji, pada saat Jepang masih menganut kebijakan SAKOKU (Negara Tertutup/Terisolasi ), pemimpin Jepang saat itu sudah memerintahkan rakyatnya untuk mempelajari ilmu-ilmu dari buku-buku barat.

Semoga suatu hari nanti, pemimpin-pemimpin seperti ini yang mendapat amanah memimpin negeri ini. Amin Ya Rabbi...

By WG
Dari sebuah milis

Kebiasaan yang baik! Untuk memberikan dukungan pada anak-anak kita, saya setuju dengan mengucapkan "DO YOUR BEST!" dibandingkan kalimat "GOOD LUCK". Allah SWT sangat menyenangi suatu proses, maka dapatlah kita anggap bahwa dengan memberikan dukungan "DO YOUR BEST" maka anak-anak kita akan berusaha secara OPTIMAL yang merupakan suatu proses yang mereka lakukan dalam meraih keinginannya. DO YOUR BEST, lakukanlah yang TERBAIK dan OPTIMAL, then let ALLAH DO THE REST! Apapun hasilnya, percayalah itu adalah yang TERBAIK dari Allah bagi umatNya. Lakukan yang terbaik adalah kita menggantungkan sesuatu dengan KEMAMPUAN yang ada dalam diri kita sendiri. Kita berusaha dengan POTENSI dan KEMAMPUAN yang ada di DALAM diri kita. Lebih mudah kan kita menggantungkan sesuatu pada "faktor internal", sehingga kita lebih mudah MENGUKURnya. Kalaupun ternyata hasilnya tidak sesuai, maka sudah ada PROSES (malakukan yang TERBAIK itu) yang bisa dijadikan pembelajaran. Insya Allah di kemudian hari, bisa medapatkan yang lebih baik...

Bedakan dengan ucapan "GOOD LUCK". Semoga kalian beruntung, well menggantungkan suatu keinginan dengan "keberuntungan" yang merupakan "faktor eksternal" di luar diri kita...itu bukan dalam penguasaan diri kita pastinya. Maka akan lebih sulit berharap terhadap suatu hal yang di luar kuasa dan kontrol kita kan? Karena keberuntungan itu bukan kuasa kita manusia, itu adalah wewenang SANG KHALIQ! Mana mungkin kita bisa mengatur-ngatur keinginan ALLAH? Impossible Thing!!

So, dapat kita mulai dari sekarang yah... Rahma, Radhia...DO YOUR BEST DARLING!! IBU LOVE YOU BOTH.....

Regina
2 Juni 2009

Sekedar tambahan, sedikit input dari sahabatku Iva (thx a lot Iva dear!) :
But before we give that spirit to our kidz let them say a pray such YA RASYID YA FATTAH..because,core of everythings is Allah,so pray first by using HIS beautiful names (ASMAUL HUSNA) then give your kidz a spirit such as "DO YOUR BEST" or even only "YES YOU CAN"..We have touched both side, the power of Allah & the power of human!

Rabu, 30 Maret 2011

Sukses Cara Disney

 "Meraih Sukses" bukanlah hal yang sulit atau mudah, namun bagaimana kita bisa menempatkan "impian menjadi sukses" kita itu dalam suatu target pencapaian kehidupan kita. Jadikan keinginan meraih sukses sebagai suatu proses dan bagian ikhtiar yang kita yang dilakukan secara maksimal, just do our best, let ALLAH do the rest. Semoga kesuksesan seorang Walt Disney ini bisa jadi inspirasi bagi kita untuk meraih kesuksesan itu....

"SUKSES CARA DISNEY"

Siapa yang tidak kenal Walt Disney? Tokoh legendaris asal Amerika yang mendunia dengan karakter-karakter kartun. Bukan hanya disukai oleh anak-anak kecil, namun juga orang dewasa. Jujur aku pun salah satu penggemarnya.

Boleh dibilang Disney punya hidup yang sukses dalam kehidupan duniawinya. Hasil karya nyata hidupnya pun masih bisa kita nikmati sampai saat ini, malah boleh dikatakan 'beranak pinak' menjadi lebih banyak lagi dibanding saat awal Disney wafat. Dari mulai karakter kartun animasi, taman impian dan hiburan dalam bentuk Disneyland, barang-barang merchandise karakter kartunnya sampai film-film Disney yang melegenda.

Aku sempat membaca dalam 1 buku yang menyebutkan point-point cara sukses ala Disney. Menarik untuk disimak lebih lanjut dan mungkin dapat saja kita jadikan inspirasi bagi diri kita agar kita bisa SUKSES layaknya Disney, namun tak hanya manggapai sukses dunia, juga untuk mencapai sukses akhirat kita. Hidup kita di dunia kan cuma numpang lewat bin sementara. Jadi kita juga harus siapkan bekal untuk kembali pada Sang Khaliq nantinya. Setuju kan...?!

Aku coba renungkan cara-cara sukses Disney tersebut. Apakah bisa aku aplikasikan dalam kehidupanku sebagai seorang muslim? Aku coba cari referensi hal-hal tersebut dalam Al Qur'an & Hadist Rasul sebagai pedoman hidup kita. Harapanku, rahasia sukses seorang Disney pun bisa bawa manfaat dalam rangka tujuan hidupku, mencapai "Dunia Bahagia, Akhirat Surga" DBAS...aaamiiin.

5 Sukses Cara Disney :

1. Berpikir "besok"
Buatlah usaha hari ini layak untuk besok
.

Berpikir bukan hanya untuk hari ini saja, tapi kudu meluas untuk sukses esok hari. Kita sekarang atau hari ini hidup di dunia, namun esok siapa yang tahu ajal seseorang? Sehingga kita pun harus siapkan 'bekal' untuk 'masa depan' kita menghadap Illahi.

Dalam menghasilkan sesuatu karya ataupun tindakan, hendakya sesuatu yang tidak hanya bermanfaat untuk saat ini saja, namun juga terus manfaat hingga di kemudian hari. Dikaiitkan dengan ibadah, berdasarkan hadist Rasul, ada 3 amal kebaikan yang tidak terputus bila seseorang wafat, yaitu : pahala atas perbuatan amal shaleh, ilmu yang bermanfaat & doa anak yang shaleh

Perbuatan amal shaleh artinya sesuatu bentuk sarana ataupun prasarana yang dapat kita hasilkan, berikan, sumbangkan dan manfaatkan bagi kepentingan seseorang atau beberapa orang atau masyarakat. Ini menunjukkan bahwa kita memiliki hubungan sosial berkualitas secara horizontal dengan manusia lain. Kita tidak perlu bicara amal shaleh dalam konteks kuantitas, namun yang terpenting suatu perbuatan amal shaleh yang kecil sekalipun, dengan niat baik untuk ibadah dan lillahi ta'alaa (ini yang disebut berkualitas),akan lebih bermanfaat dibanding dalam kuantitas banyak namun niatnya hanya untuk show off atau riya.

Ilmu yang bermanfaat dapat berupa hasil pemikiran yang dapat memotivasi dan memberikan inspirasi bagi orang lain sehingga dapat bermanfaat, membawa pencerahan diri dan meningkatkan kualitas diri. Hal ini dapat secara sederhana disampaikan kepada seseorang (misalkan sharing dengan teman) maupun sudah dituangkan tertulis dalam buku maupun situs/blog, sehingga bisa lebih mudah diakses oleh banyak orang.

Anak yang shaleh berarti kita sudah bisa mempersiapkan keturunan yang berkualitas, dengan harapan anak-anak kita memiliki akhlaq, perilaku dan budi pekerti yang Islami berdasarkan pedoman hidup Al Qur'an & Hadist Rasul. Subhanallah, sebuah tantangan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, di mana anak-anak kita akan siap dan bertahan/berjuang 'hidup' di masanya mereka. Anak-anak yang mencintai Sang Khaliq, Rasulullah dan orang tuanya!

Subhanallah, betapa beruntung dan bahagianya manusia bila dapat meninggalkan 3 hal manfaat yang dapat mengantarkannya pada tujuan hidup menghadap Sang Khaliq dengan bekal yang penuh untuk bisa masuk ke dalam kehidupan abadi di SURGA.

2. Bebaskan imajinasi
Kita mampu melakukan lebih dari yg kita bayangkan, jadi bayangkanlah yang paling tinggi
.

Sesungguhnya setiap manusia lahir dalam keadaan yang sebaik-baiknya dengan ijin dan kehendak Sang Khaliq (At Tiin : 4). Dengan keyakinan ini, maka kita akan berupaya secara optimal dan maksimal dalam melakukan suatu hal.

Terkadang apa yang kita hasilkan dapat jauh lebih baik dari apa yang kita bayangkan di saat kita yakin akan hal itu (dengan mengaplikasikan sikap positif, pikiran positif dan hati positif), yakin Allah akan membimbing kita dengan upaya maksimal, selanjutnya pasrahkan padanya, karena HASIL AKHIR adalah cuma Allah SWT yang punya hak dan kuasanya.

Dahulukan untuk melakukan upaya dan usaha maksimal, jangan pikir dulu hasilnya. Dalam setiap upaya tersebut ada suatu PROSES yang harus kita jalani dan lalui, di dalamnya ada hikmah dan manfaat bila kita cermati. Nikmati proses tersebut, jangan hanya mau instant buru-buru mendapatkan hasil, tanpa peduli prosesnya!

Upayakan yang terbaik dengan membebaskan pikiran dan imajinasi kita dari hal-hal negatif, maka hasilnya pun akan maksimal dan lebih tinggi dari yang kita bayangkan, insya Allah. Hal ini sangat berhubungan erat dengab cara berpikir dan hati/perasaan kita yang harus POSITIF!

Bayangkan dan yakinkan bahwa kita harus mencapai bahagia plus sukses di dunia dan di akhirat! Bayangkan dalam keseharian kita bisa "FULL of IBADAH", karena memang sudah seharusnya bahwa "Hidup kita adalah Ibadah pada Sang Khaliq", maka ibadah kita untuk mencapai dunia bahagia, akhirat surga! Kita ini cuma sebagai "khalifah" di dunia yang akan kembali pada Allah nantinya. Maka kita harus TAAT atas semua ketentuan Allah bila ingin kembali padaNya.

3. Berjuanglah untuk kualitas yang tahan lama
"Cukup baik" tidak pernah ada
.

Dalam mengerjakan sesuatu, DO YOUR BEST! Lakukan selalu yang terbaik, maksimal dan optimal. Janganlah setengah hati, cukup baik ataupun lumayan!

Biasakan melakukan sesuatu dengan tujuan yang TERBAIK. Dengan demikian kita akan berusaha dan berupaya secara sungguh-sungguh, maksimal dan optimal. Tujuan utama kita harus hidup bahagia di dunia dan saat akhirat masuk ke dalam surga. Kita akan melakukan usaha yang paling top, fokus dan maksimal dengan melakukan ibadah dan amal shaleh, karena ada suatu 'tujuan penting' di akhirnya. Fokus hidup kita untuk mencapai yang TERBAIK, yaitu dunia bahagia akhirat surga!

4. Milikilah "kemampuan untuk bertekun"
Jangan pernah menyerah
.

Dalam melakukan apapun untuk mencapai hasil maksimal, kita harus SABAR arti lainnya janganlah kita cepat menyerah dan putus asa. 'Sabarlah engkau dengan kesabaran yang indah, penuh rasa senang hati' (Al Ma'arij : 5).

"Sabar" arti asalnya adalah menahan dan mencegah. Kita bisa menahan diri dari hawa nafsu yang menggoda dan mencegah diri dari emosi yang bergejolak. Rasulullah bersabda, "agama itu terdiri dari dua bagian: syukur dan sabar".

Hal mengenai sabar, disebutkan dalam Al Qur'an pada 90 tempat dalam berbagai bentuknya, misalkan perintah untuk bersabar (Al Nahl : 127 dan Al Thur : 48), keberuntungan yang berkaitan dengan sabar (Ali Imran : 200) dan lain-lain (mungkin nanti bisa dibuat daftar tersendiri ya..:)).

Jadi sesungguhnya bila kita mampu menerapkan KESABARAN dalam keseharian kita dalam beribadah, maka tujuan utama mencapai dunia bahagia akhirat surga bukan cuma mimpi. Milikilah kemampuan SABAR, maka Allah akan bersamanya (Al Baqarah : 153). Agak sulit? Memang, tapi kita tetap harus usaha terus dan memperbaiki diri untuk bisa memiliki sabar itu!

5. Bergembiralah (baca : Berbahagialah)
Kita tidak pernah sukses sampai kita menikmati yang kita lakukan
.

Bila ingin merasa SUKSES, maka kita harus bisa menikmati setiap waktu dalam proses menuju sukses tersebut. Enjoy your life! Ya nikmati setiap momen dalam hidup kita ini, yakinkan bahwa hidup kita ini suatu proses ibadah lillahi ta'alaa. Dengan kita nikmati dan syukuri, Subhanallah, BAHAGIA bisa dan yakin kita rasakan.

Di saat kita bisa menikmati suatu proses tersebut, pencapaian sukses tersebut saat kita rasakan BAHAGIA dengan penuh ucap SYUKUR pada Illahi! Bahagia di sini bukan dalam hal standar penilaian duniawi, kuantitas memiliki materi dengan banyak aset, gelar sarjana, fisik yang cantik/tampan dan hal-hal material lainnya. Bahagia ada di dalam hati kita masing-masing, berkaitan dengan kualitas hidup kita dalam pencapaian ibadah dan amal shaleh pada Allah dan sesama manusia.

"Segala puji bagi Allah yang telah membimbing kami ke arah kebahagiaan ini, kami takkan dapat petunjuk jika Allah tidak membimbing kami. Rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran" (Al A'raf : 43). Sungguh Allah yang akan membimbing umatNya untuk dapat merasakan BAHAGIA dengan ijin dan kehendakNya. Untuk itu selalu panjatkan syukur padaNya untuk setiap nikmat yang kita terima. Yakinlah Allah akan melimpahkan nikmat yang berlipat ganda saat kita selalu syukur padaNya. "Kebahagiaan adalah rasa senang dalam jiwa yang tenang yang penuh rasa syukur" (Mario Teguh).

Bahagia karena kita selalu bersyukur dengan apa yang Allah limpahkan dan titipkan pada kita. Pada dasarnya, kita harus selalu berprasangka baik kepada-Nya. Menyakini bahwa ketentuan apapun yang ditetapkan Allah bagi kita merupakan yang terbaik, sejalan dengan doa yang selalu kita ucapkan dalam setiap kita shalat, ihdinash shirathal mustaqim. Maka berserah dirilah kita pada-Nya…dalam S. Ath Thalaq 3 : “ Barang siapa yang menyerahkan dirinya pada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya (memeliharanya)”. Sungguh nikmat apa lagi yang kita akan dustai (Ar Rahmaan). Jangan sampai kita jadi orang yang kufur atas nikmat Allah!

Dari apa yang diuraikan di atas, kita bisa banyak belajar dari cara hidup Walt Disney mencapai kesuksesan duniawinya. Paparan di atas merupakan sebuah proses pembelajaran buat diriku, jadi bila ada kekurangan, mohon maklum adanya ya... Bila Disney bisa sukses dengan caranya itu, kemudian kita kombinasikan dengan ketentuan dalam Al Qur'an dan Hadist Rasul, maka dapat membantu upaya kita mencapai tujuan hidup "Dunia Bahagia Akhirat Surga". Why not? Insya Allah niat baik dilancarkan Allah aaaaamiiiin.

Regina
Bandung, 8 Maret 2009

Sumber :
- Materi pengajian MT Karima & Parenting Class Mutbun
- 40 Hiasan Mukmin
- ESQ
- 1 Tiket ke Surga
- Sentuhan Kalbu, Bahan Renungan Kalbu

Selasa, 29 Maret 2011

Kata Santun


Kata Santun

Minggu lalu, mobilku yang sedang diam di lampu merah perempatan Permata Hijau keserempet 2 motor yang melaju kencang di jalur busway. Namanya melaju di jalur yang bukan tempatnya, menyebabkan motor mereka oleng dan akhirnya jatuhlah menimpa body samping kanan mobilku!!

Kaget saat itu, sampai speechless judulnya! Tapi apa daya tanpa mengatakan maaf sedikitpun pengendara 2 motor tersebut lempeng.com melanjutkan perjalanannya, membiarkan aku terdiam di depan pintu samping kanan mobil dan bemper belakang mobiku yang sudah dalam keadaan penyok!! Bingung.com aja aku dicuekkin oleh kedua orang tersebut. Kok bisa mereka jalan lempeng tanpa mengucapkan apapun kepada pihak yang sudah dirugikan akibat kelakuan mereka ya?

Ada apa gerangan dengan orang-orang saat ini? Mengapa susah menyatakan kata “MAAF” bila nyata melakukan kesalahan? Apa mereka memang tidak sadar berbuat salah? Atau memang tidak mau tahu? Subhanallah, beginikah moral masyarakat kita?

Aku juga tidak akan meminta ganti rugi apapun, bila kedua pengendara motor tersebut mengatakan maaf, SAY SORRY!! Alhamdulillah mobil dilindungi asuransi, hanya bila ada kata maaf, mereka kan bisa menyatakan ikut prihatin dengan penyoknya mobilku, paling tidak ada SOPAN SANTUN yang ditunjukkan mereka. Namun apa yang bisa diharapkan? Yang jadi kepikiran dalam benakku, bagaimana mereka akan mengajarkan anak-anak mereka kelak? Padahal mereka ada “role model” bagi keturunannya. Nggak heran, saat ini namanya budi pekerti (menyangkut sopan santun) jadi BARANG LANGKA dalam kehidupan sosial interaksi masyarakat kita.

Masyarakat negara di barat sana, masih menggunakan sapaan kata-kata santun untuk menyapa orang lain. Paling tidak masih ada nilai sopan santun yang diterapkan dalam kegiatan keseharian mereka. Sering mereka menggunakan “Good morning”, “How are you..?”, “Nice to meet you” untuk menyapa orang-orang berinteraksi satu sama lainnya. Betapa senangnya kita disapa dengan RAMAH oleh orang lain yang bertemu dengan kita. Hal itu sebagai salah satu wujud penghargaan kita bagi orang lain, walaupun hanya dengan beberapa kata yang sangat simple. Biasakan kita menyapa orang yang kita kenal dengan sapaan yang santun dan menyenangkan seperti di atas tadi.

Mereka menjadikan suatu kebiasaan menggunakan kata sapaan seperti :
I’m sorry …. à Mohon maaf
Excuse me ….. à Permisi
Please ….. à Tolong
Thank You …. à Terima kasih

Bila kita melakukan suatu kesalahan baik kecil maupun besar, jangan lupa ataupun malu mengatakan, “MOHON MAAF ya….saya tidak sengaja menumpahkan kopi di bajumu”. Tentunya pihak yang menjadi “korban” pada situasi kondisi seperti pun akan merasa dihargai dan diperhatikan. Hilangkan perasaan malu atau takut disalahkan. Dengan jiwa besar kita bisa mengakui kesalahan kita, maka akan lebih mudah bagi kita untuk merubah sikap kita menjadi lebih baik, karena kita SADAR atas suatu tindakan yang salah telah dilakukan.

Bila kita terpaksa memotong pembicaraan beberapa orang (atau lawan bicara kita) ataupun kita lewat di depan orang-orang yang sudah duduk manis menyaksikan sesuatu di dalam bioskop, apa salahnya kita mengatakan, “PERMISI, saya mau lewat dulu..”. Maka orang-orang yang sudah lebih dahulu duduk tersebut, akan memberikan jalan bagi kita yang mau lewat. Bagaimanapun juga kita sudah dalam keadaan “sedikit mengganggu” kenyamanan mereka. Jadi wajarlah kita yang “numpang lewat” mengatakan permisi kepada mereka. Mereka pasti juga dalam keadaan yang “menerima” dengan ikhlas, bila kita dengan santun mengatakan permisi.

Sepertinya kita akan senang sekali bila ada seseorang yang meminta tolong dengan kita secara ramah dan memulai kalimatnya dengan kata, “TOLONG, apakah bisa ambilkan botol sambal itu?”.  Maka respon kita pasti dengan senang hati membantu melakukan apa yang diucapkan oleh pihak tersebut. Ada respon efek psikis yang positif bila kita memulainya dengan kata “TOLONG”. Selain kita menunjukkan penghargaan, hal ini menunjukkan sopan santun terhadap pihak yang kita mintai tolong. Namanya juga minta tolong, kita kan BUTUH seseorang melakukan apa yang kita minta, maka lakukan dengan nada suara yang ramah dan hargai orang tersebut. Jangan lakukan dengan kalimat PERINTAH dan SERU!! Wah berabe kalau begini jadinya….

Apa rasanya kita, bila orang lain menyatakan penghargaan terhadap kita atas sesuatu yang kita lakukan? Dengan mengucapkan “TERIMA KASIH atas bantuannya memberikan info mengenai……”. Pasti kita akan senang juga kan? Kita merasa senang sudah dapat membantu pihak lain tersebut, kemudian pihak lain tersebut memberikan respon positif terhadap kita. Biasakan selalu mengucapkan TERIMA KASIH bila kita mendapatkan sesuatu dalam bentuk apapun dari pihak lain. Selain menunjukkan kesopanan, juga sebagai bentuk penghargaan kita kepada mereka.

Jangan terlalu banyak berharap pada orang lain. Mulailah dari diri kita sendiri. SEKARANG! Jadikanlah hal itu semua sebagai suatu kebiasaan POSITIF, sehingga kebiasaan tersebut dapat ditiru oleh anak-anak kita nanti. Kudu diingat, bahwa kita ini adalah ROLE MODEL bagi mereka. Anak akan lebih mudah menyerap sesuatu dengan melihat dan mencontoh. Benar nggak?

Kalau mau melakukan PERUBAHAN, mulailah dari kita sendiri dulu!! Dari hal-hal kecil saja dulu. Tidak usah yang muluk-muluk. Insya Allah dengan hal kecil tadi, bila dilakukan secara wajar, ikhlas, teratur dan terus menerus akan menjadi kebaikan bagi kita. Yakinlah itu…

Sebagaimana dinyatakan dalam suatu Hadist Rasulullah : Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah berkata, “Berbuatlah amal kebaikan sebagaimana mestinya, dengan ikhlas dan tidak berlebihan, ……, dan bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling teratur dan dilakukan terus menerus meski sedikit”. (H.R. Al Bukhari).

Sungguh Allah SWT telah memudahkan kita untuk meraih cintaNYA kan?  Betapa inginnya kita mendapatkan cinta SANG KHALIK…maka mulailah kita melakukan AMAL KEBAIKAN, yang wajar, ikhlas, tidak berlebihan, teratur, dilakukan secara terus menerus…..walaupun itu SEDIKIT!! 

Jadi walaupun kita hanya menyapa seseorang dengan nada ramah dan senyum ikhlas, “SELAMAT PAGI AYAH, SELAMAT PAGI IBU…”  maka tindakan yang sangat sederhana itu akan menjadi kebaikan bagi kita… lakukan itu menjadi suatu kebiasaan positif, secara ikhlas, teratur setiap saat dan terus menerus…maka yakinlah ALLAH akan mencintai kita….SUBHANALLAH…..

Regina
Bandung, 20 Mei 2009

Note : Thanks a lot for Mba Etty, yang sudah memberikan inspirasi aku untuk menuliskan pengalamanku minggu lalu itu…semoga tulisan ini bermanfaat ya…bagi kita sendiri, maupun anak-anak kita dan lingkungan sekitar kita….

Sumber Bacaan :
-        Materi Parenting Class Mutiara Bunda
-        Buku “Satu Tiket ke Surga”